Mahasiswa KESMAS UNUSA Ajak Santri Budidaya Kangkung Hidroponik untuk Mendukung Kemandirian Pangan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum


Instagram: 
Project Based Learning (PJBL)
Kelompok 3

Sidoarjo, 09 Mei 2026 
Komitmen dalam meningkatkan kesadaran gizi dan mewujudkan kemandirian pangan di lingkungan pesantren terus diwujudkan oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat melalui kegiatan Aksi Penanaman Tanaman Sayur di Pondok Pesantren Mambaul Ulum. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam membudidayakan tanaman kangkung sebagai salah satu sumber pangan bergizi yang mudah ditanam dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari di lingkungan pesantren serta pemanfaatan lahan pesantren sebagai media pangan mandiri melalui tanaman hidroponik.

Kegiatan diawali dengan peserta melakukan registrasi dan menerima manual book sebagai panduan selama kegiatan berlangsung. Acara kemudian dibuka oleh pemateri yang menyampaikan tujuan kegiatan sekaligus pentingnya pemanfaatan lahan sederhana sebagai media budidaya sayuran guna mendukung pola konsumsi yang lebih sehat dan meningkatkan ketersediaan pangan di pondok pesantren. Memasuki sesi inti, peserta memperoleh edukasi mengenai manfaat tanaman kangkung bagi kesehatan, tahapan penanaman, serta teknik perawatan agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Setelah penyampaian materi, peserta dibagi ke dalam dua kelompok praktik (kelompok laki-laki daan perempuan) untuk mengikuti demonstrasi dan praktik langsung penanaman kangkung secara hidroponik. Dengan didampingi oleh mahasiswa Kesmas UNUSA, peserta mempraktikkan setiap tahapan penanaman mulai dari persiapan media tanam, penanaman bibit, hingga cara pemeliharaan tanaman. Selama praktik berlangsung, mahasiswa juga melakukan penilaian keterampilan peserta menggunakan lembar checklist sebagai bagian dari evaluasi hasil pembelajaran.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian konsumsi kepada peserta. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, menunjukkan tingginya partisipasi peserta dalam mengikuti setiap tahapan praktik budidaya tanaman sayur. Melalui kegiatan ini, target intervensi berhasil dicapai dengan meningkatnya kemampuan santri dalam menanam tanaman sayur, tertanamnya 72 bibit kangkung pada media hidroponik, serta terbentuknya suplai bahan pangan mandiri berupa kangkung hasil budidaya hidroponik di Pondok Pesantren Mambaul Ulum. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa manual book
budidaya kangkung dan komitmen untuk melanjutkan pemanfaatan hasil budidaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan konsumsi sayur dan mendukung pemenuhan gizi santri secara berkelanjutan. Diharapkan program ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun pesantren yang lebih mandiri, sehat, dan berwawasan lingkungan melalui pemanfaatan budidaya tanaman pangan.


Informasi lebih lanjut:
Mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Learning Management SIM

Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan di Desa Tambak Sumur, Kecamatan Waru, Sidoarjo